Gurita Cincin Biru

Gurita Cincin Biru Yang Cantik Tapi Mematikan

Gurita Cincin Biru atau nama ilmiahnya Hapalochlaena adalah salah satu jenis gurita yang paling menarik yang pernab di ketahui oleh manusia. Nama cincin biru ini di berikan pada hewan ini di karenakan adanya pola totol-totol yang menyerupai cincin berwarna biru di sekujur tubuhnya.

Karena warna itu lah, Gurita Cincin Biru ini menjadi salah satu hewan yang paling menarik dan paling indah bila di lihat langsung. Namun jangan tertipu dengan keindahannya lo, karena faktanya, Gurita Cincin Biru ini adalah salah satu hewan laut yang paling berbahaya bagi manusia lo.

Untuk mengenali Gurita Cincin Biru sangat lah mudah dengan melihat adanya pola berupa cincin alias lingkaran dengan garis luar berwarna biru di sekujur tubuhnya.

Jika Gurita Cincin Biru dalam kondisi biasa saja waktu sedang istirahat, pola cincin biru tersebut kurang terlihat jelas karena warna kulitnya cenderung menyerupai warna lingkungan sekitarnya.

Namun ketika Gurita Cincin Biru merasa marah atau terganggu, pola cincin birunya terlihat menjadi lebih jelas dari biasanya. Perubahan warna tersebut sebenarnya disinyalir merupakan salah satu cara bagi sang gurita untuk menakut-nakuti musuhnya sekaligus sebagai sinyal peringatan untuk memberitahu bahwa dirinya beracun.

Ada 3 spesies hewan yang bisa di sebut sebagai gurita cincin biru dan semuanya termasuk ke dalam genus hapalochlaena. Masing-masing spesies gurita cincin biru ini lebih lanjut di bedakan berdasarkan karakteristik pola cincin biru pada tubuhnya.

Gurita cincin biru ini bisa di temukan di perairan laut dangkal di kedalaman kurang dari 30m yang terdapat di australia dan asia tenggara, dan termasuk indonesia juga.

Gurita Cincin Biru adalah hewan yang pemalu yang berarti mereka selalu berusaha menyembunyikan diri mereka dari hewan lain dengan cara memipihkan tubuhnya dan kemudian mengubah warnanya menyerupai warna lingkungan sekitar sehingga sulit untuk di lihat.

Racun pada Gurita Cincin Biru sebenarnya adalah air liur yang fungsi utamanya menyerupai racun pada laba-laba, yaitu untuk melelehkan jaringan tubuh mangsanya sehingga bisa di minum.

Untuk makanan dari gurita sendiri umumnya memang hewan-hewan berkulit keras seperti kepiting dan udang lobster. Untuk mencari makanan gurita merayap pelan-pelan di dasar laut dengan memakai lengannya yang peka dan mata nya yang tajam.

Ketika Gurita Cincin Biru sudah menemukan mangsanya yang biasanya merupakan hewan-hewan lambat seperti kepiting, gurita akan melilit mangsanya tersebut dengan lengannya, lalu melubangi kulit mengsa nya yang keras dengan bibir yang berbentuk seperti palu kakatua.

Begitu Gurita Cincin Biru sudah berhasil melubangi kulit mangsa incarannya, gurita akan menyuntikkan racunnya melalui lubang tersebut. Dan racun dari gurita yang berfungsi untuk melelehkan jaringan tubuhnya mangsanya menjadi cairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *