Bekantan

Bekantan Yang Hampir Punah

Bekantan atau nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah monyet yang berhidung panjang dan dapat di temukan di pulau kalimantan ,indonesia ini. Dengan hidungnya yang panjang hewan langka yang hampir punah ini dengan mudah dapat di indentifikasi.

Monyet yang terlahir dengan hidung panjang, wajah biru , hidung kecil dengan rambut yang berwarna coklat kemerahan dan merupakan salah satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet nasalis.

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya di temukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan panjang masih tidak jelas, namun inni mungkin di sebabkan oleh seleksi alam.

Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung yang besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan di kenal juga sebagai monyet belanda. Yang dalam bahasa brunei di sebut bangkatan.

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga mempunyai perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya.

Bekantan hidup dengan mengkomsumsi makanan yang berupa daun, biji-bijian dan buah-buahan mentah tetapi kadang-kadang hewan ini memangsa serangga juga lo.

Selama lebih dari 40 tahun. Bekantan mengalami penerunan populasi. Saat ini bekantan merupakan hewan yang di lindungi dan hewan yang hampir terancam punah.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawan dan hutan pantai di pulau borneo. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *